MAKALAH TEOLOGI ISLAM MATERI MEMAHAMI TEOLOGI DALAM ISLAM
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita limpahan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga makalah Fisiologi Hewan yang telah diberikan kepada kami dapat terselesaikan dengan baik dan lancar. Penyelesaian tugas ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para pembaca tentang memahami Teologi dalam Islam.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan
makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami memohon
kritik serta saran dari para pembaca yang budiman agar dapat membantu kami
dalam pembuatan makalah selanjutnya serta memajukan kualitas kami dalam
penyusunan makalah. Atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.
Palangka Raya, September 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan masalah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teologi Islam
B. Sejarah Munculnya Teologi Islam
C. Sumber-Sumber Teologi Islam
D. Manfaat Teologi Islam
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam menjalani kehidupan suatu hal yang kita mantapkan adalah aqidah/kayakinan kepada Allah SWT. Seolah aktifitas sehari-hari tak ada gunanya jika tidak di dasari dengan keimanan yang kuat. Dalam kajian ini kita telah mengenal Teologi Islam yang membahas tentang pemikiran dan kepercayaan tentang ketuhanan. Teologi Islam ini sudah sepantasnya kita ketahui agar dalam menjalani kehidupan ini kita mengetahaui dan menjadi idealnya orang Islam. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai perbedaan-perbedaan pemikiran dan aqidah yang mengiringi, dan kita harus pandai dalam memilih dan memilahnya dengan berlandaskan Al-qur’an dan Al-hadist. Sang Revolusioner umat islam mengingatkan oleh Rasulullah bahwa “ umatku akan berpecah menjadi tujuh pulu tiga dan hanya satu yang benar.”
Pemikiran yang berbeda merupakan penyebab saling menyalahkannya antara lain yang kita ketahui adalah: Ahlussunnah Wal Jama’ah, Mu’tazilah Qodariyah dll. Yang semuanya memiliki pendapat masing-masing tentang tauhid/keyakinan atau tentang hal ketuhanan. Dan kita sebagai orang yang memegang agama Allah harus mengetahui manakah pemikiran yang benar dal yang salah, dalam memandangnya kita harus berpegang teguh pada Al-qur’an dan Al-hadist. Hal ini merupakan hal penting yang harus di pelajari agar apa yang menjadi keyakinan kita tentang Allah tidak salah, dan seaandainya apabila keyakinan kita salah tentang-Nya maka kita bisa saja kita di anggap orang keluar agama Islam.
B. Rumusan masalah
1.
Apa pengertian teologi islam ?
2.
Bagaimana sejarah munculnya teologi
islam ?
3.
Apa sumber teologi islam ?
4.
Manfaat teologi islam ?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui apa pengertian teologi
islam.
2.
Untuk mengetahui bagaimana sejarah
munculnya teologi islam.
3.
Untuk mengetahui apa sumber teologi
islam
4.
Untuk mengetahui manfaat teologi
islam.
Makalah selengkapnya download disini
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teologi Islam
Teologi menurut bahasa yunani yaitu theologia.
Yang tersusun dari kata theos
yang berarti tuhan atau dewa, dan logos yang artinya ilmu. Sehingga
teologi adalah pengetahuan ketuhanan . menurut William L. Resse, Teologi
berasal dari bahasa Inggris yaitu theology yang artinya discourse or
reason concerning god (diskursus atau pemikiran tentang tuhan) dengan
kata-kata ini Reese lebih jauh mengatakan, “teologi merupakan disiplin ilmu
yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu
pengetahuan. Gove mengatkan bahwa teologi merupakan penjelasan tentang
keimanan, perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.
Sedangkan pengertian teologi islam secara terminologi terdapat berbagai
perbedaan. Menurut abdurrazak, Teologi islam adalah ilmu yang membahas aspek
ketuhanan dan segala sesuatu yang berkait dengan-NYA secara rasional. Muhammad
Abduh :
“ tauhid adalah ilmu yang membahas tentang
wujud Allah, tentang sifat yang wajib tetap pada-Nya, sifat-sifat yang boleh
disifatkan kepada-Nya, sifat-sifat yang sma sekali wajib di lenyapkan dari
pada-Nya; juga membahas tentang Rasul-rasul Allah, meyakinkan keyakinan mereka,
meyakinkan apa yang ada pada diri mereka, apa yang boleh di hubungkan kepada
diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkanya kepada diri mereka”.
B. Sejarah Teologi Islam
Setelah Rasulullah S.A.W wafat beliau tidak mengangkat seorag pengganti, tidak
pula menentukan cara pemilihan penggantinya. Karenna itu antara sahbat
Muhajirin dan Ansar terdapat perselisihan, masing-masing menghendaki supaya
pengganti Rasul dari pihaknya. Ditengah kesibukan itu, Umar r.a membaiat
Abubakr r.a menjadi khalifah d dan di ikuti oleh sahaba lainnya.
Sejak itu kaum muslimin terpcah-pecah menjadi beberapa partai yang merasa
sebagai pihak yang benar dan hanya calon dari pada yang menduduki piimpinan
negara. Ditambah lagi dengan peristiwa terbunuhnya Usma r.a dalam keadaan
gelap.
Peristiwa itu sontak membuat anggapan yang berbeda. Terdapat pihak yang
membenarkan pembunuhan itu, karena sahabat Ustman r.a kafir dan ada juga yang
berpendapat bahwa yang membunuh itu kafir. Puncaknya saat terjadi perang
Siffin. Dimana pihak sahabat Ali r.a dituntut oleh Mu’awiyah agar melakuakan
arbritase. Akan tetapi dari hal itu bukan keputusan yang didapat. Akan tetapi
menimbulkan golongan-golongan Jabariyah, Qadariyah, Mu’tazilah, dan As’ariyah.
C.
Sumber-Sumber
Teologi Islam
Adapun sumber pembahasan yang digunakan untuk membangun Ilmu Teologi Islam
menggunakan beberapa sumber, yaitu :
a.
Sumber yang ideal
Sumber ideal adalah Qur’an dan Hadits yang didalamnya dapat memuat data
yang berkaitan dengan objek kajian dalam Ilmu Tauhid. Misalnya, telah dimaklumi
dalam ajaran agama, bahwa semua amal sholeh yang dilakukan oleh ketulusan hanya
akan diterima oleh Allah SWT apabila didasari dengan akidah islam yang benar.
Karena penyimpangan dari akidah yang benar berarti penyimpangan dari keimanan
yang murni dari Allah. Dan penyimpangan dari keimanan berarti kekufuran kepada
Allah SWT. Sedangkan Allah tidak akan menerima amal baik yang dilakukan oleh
orang kafir, berapapun banyaknya amal yang dia kerjakan. Dalam hal ini Allah
SWT berfirman:
“Barangsiapa
yang murtad diantara kamu dari agamanya, lau dia mati dalam kekafiran, maka
mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah
penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS. Al- Baqoroh : 217)
b.
Sumber Historik
Sumber historis adalah perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan objek
kajian ilmu tauhid, baik yang terdapat dalam kalangan internal umat islam
maupun pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga islam. Sebab,
setelah Rosulullah saw wafat, islam menjadi tersebar, dan ini memungkinkan umat
islam berkenalan dengan ajaran-ajaran, atau pemikiran-pemikiran dari luar
islam, misalnya dari Persia dan Yunani.
Pemikiran yang berkembang dalam kalangan internal umat islam, antara lain:
1) Pelaku dosa
besar. Masalah yang muncul, apakah masih ddihukumi sebagai mukmin atau tidak.
2) Al-Quran
wahyu Allah. Apakah ia makhluk atau bukan, atau dengan kata lain, apakah
Al-Quran itu qadim atau hudus (baru).
3) Melihat Tuhan Allah. Apakah itu di dunia atau
di akhirat, atau di akhirat saja, dan apakah dengan mata kepala ataukah dengan
hati saja.
4) Sifat-sifat Tuhan. Apakah Tuhan memiliki
sifat-sifat zati dan sifat af’al (menurut konsepsi al-sanusi,sifat-sifat
ma’nawiyah), ataukah Dia tidak layak diberi sifat-sifat tersebut.
5) Kepemimpinan
setelah Rasulullah wafat, apakah ia harus dipegang oleh suku Qurays saja
, atau apakah nabi Muhammad saw meninggalkan wasiat bagi seseorang dari
ahlul bait untuk memimpin umatnya ataukah tidak atau bahwa pemimpin itu harus
dipilih berdasar musyawaroh, atau menurut keputusan ahlul hall wal aqdi.
6) Takwil
terhadap ayat-ayat mutasyabihat.. Misalnya:
Janganlah
kamu sembah disamping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. Tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa,
kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu
dikembalikan. (QS. Al-Qashas : 88)
Pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga Islam saat itu, dan
melahirkan persoalan teologi yang berkenaan dengan perbuatan baik dan buruk.
Apakah Tuhan Allah menciptakan baik dan yang terbaik saja (al-salah wa al
aslah) untuk manusia? Atau, Tuhan wajib menciptakan yang baik dan yang
terbaik saja bagi manusia sebab jika tidak demikian maka Dia tidak adil (dhalim),
dan itu mustahil bagi-Nya. Pendapat diatas diteruskan dengan pendapatnya, bahwa
Tuhan tidak menciptakan yang jahat. Jahat dan buruk, pada hakikatnya, ciptaan
manusia sendiri dan dia harus bertanggung jawab atas kejahatan yang
dilakukannya. Seperti, pemikiran dari Zoroaster dan filsafat Yunani. Ini yang
pada saat itu nampaknya lebih domonan dibanding dari pemikiran-penikiran
lainnya.
D. Manfaat Teologi Islam
Teologi Islam merupakan salah satu dari tiga pondasi Islam dan pemahamanya
harus ada dalam diri manusia yang beriman. Sedangkan iman itu di nyatakan
pertama nutqun bil lisan (menyatakan keislam secaralisan) harus
berlandaskan ilmu yang kuat yang di antaranya adalah ilmu kalam ini. Kedua, a’malu
bil arkan(melaksanakan keislaman secara fisik) dengan berlandaskan
ilmu yang hak di antaranya ilmu fiqh. Ketiga tashdiqu bil qolbi (membenarkan
islam dengan hatinya). Harus berpangkkal dengan ilmu batin yang benar dan yang
membenarkan adalah ilmu tasawuf. Dari itu, mempelajari ilmu teologi sangat
penting karena dapat memberikan landasan kuat bagi kebenaran keyakina atau
keberagamaan seseorang. Dalam hal ini menjadi kekuatan keimanan seseorang
muslim.
Aspek lain, ketuhanan merambah dan mengisi pada berbagai organisasi
tertentu sehingga menyebabkan timbulnya konflik, dengan ilmu teologi ini
mengkaji tentang kebenaran tentang ketuhanan sehingga konflik tersebut dapat di
atasi, dan tidak mendiskriminasikan antara satu aliran dengan aliran yang lain.
Makalah selengkapnya download disini

0 komentar:
Post a Comment