Saturday, August 5, 2017

MAKALAH TEOLOGI ISLAM

0 komentar
MAKALAH TEOLOGI ISLAM MATERI MEMAHAMI TEOLOGI DALAM ISLAM
KATA PENGANTAR

  Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kita limpahan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga makalah Fisiologi Hewan yang telah diberikan kepada kami dapat terselesaikan dengan baik dan lancar.  Penyelesaian tugas ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para pembaca tentang memahami Teologi dalam Islam.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu kami memohon kritik serta saran dari para pembaca yang budiman agar dapat membantu kami dalam pembuatan makalah selanjutnya serta memajukan kualitas kami dalam penyusunan makalah. Atas perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.




                                                           

Palangka Raya,    September 2016

                                                                                                                       
                         Penyusun



DAFTAR ISI

COVER.. i
KATA PENGANTAR.. ii
DAFTAR ISI. iii
BAB I. 1
PENDAHULUAN.. 1
A.   Latar Belakang. 1
B.   Rumusan Masalah. 1
C.   Tujuan masalah. 1
BAB II. 2
PEMBAHASAN.. 2
A.   Pengertian Teologi Islam.. 2
B.   Sejarah Munculnya Teologi Islam
C.   Sumber-Sumber Teologi Islam
D.   Manfaat Teologi Islam ..
BAB III. 6
PENUTUP. 6
A.   Kesimpulan. 6
B.   Saran. 6
DAFTAR PUSTAKA.. 7



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang

Dalam menjalani kehidupan suatu hal yang kita mantapkan adalah aqidah/kayakinan kepada Allah SWT. Seolah aktifitas sehari-hari tak ada gunanya jika tidak di dasari dengan keimanan yang kuat. Dalam kajian ini kita telah mengenal Teologi Islam yang membahas tentang pemikiran dan kepercayaan tentang ketuhanan. Teologi Islam ini sudah sepantasnya kita ketahui agar dalam menjalani kehidupan ini kita mengetahaui dan menjadi idealnya orang Islam. Dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai perbedaan-perbedaan pemikiran dan aqidah yang mengiringi, dan kita harus pandai dalam memilih dan memilahnya dengan berlandaskan Al-qur’an dan Al-hadist. Sang Revolusioner umat islam mengingatkan  oleh Rasulullah bahwa “ umatku akan berpecah menjadi tujuh pulu tiga dan hanya satu yang benar.”
         Pemikiran yang berbeda merupakan penyebab saling menyalahkannya  antara lain yang kita ketahui adalah: Ahlussunnah Wal Jama’ah, Mu’tazilah Qodariyah dll. Yang semuanya memiliki pendapat masing-masing tentang tauhid/keyakinan atau tentang hal ketuhanan. Dan kita sebagai orang yang memegang agama Allah harus mengetahui manakah pemikiran yang benar dal yang salah, dalam memandangnya kita harus berpegang teguh pada Al-qur’an dan Al-hadist. Hal ini merupakan hal penting yang harus di pelajari agar apa yang menjadi keyakinan kita tentang Allah tidak salah, dan seaandainya apabila keyakinan kita salah tentang-Nya maka kita bisa saja kita di anggap orang keluar agama Islam.

B.     Rumusan masalah
   1.      Apa pengertian teologi islam ?
   2.      Bagaimana sejarah munculnya teologi islam ?
   3.      Apa sumber teologi islam ?
   4.      Manfaat teologi islam ?

C.    Tujuan Penulisan
   1.      Untuk mengetahui apa pengertian teologi islam.
   2.      Untuk mengetahui bagaimana sejarah munculnya teologi islam.
   3.      Untuk mengetahui apa sumber teologi islam
   4.      Untuk mengetahui manfaat teologi islam.




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Teologi Islam
Teologi menurut  bahasa yunani yaitu theologia. Yang tersusun  dari kata theos yang berarti tuhan atau dewa, dan logos yang artinya ilmu. Sehingga teologi adalah pengetahuan ketuhanan . menurut William L. Resse, Teologi berasal dari bahasa Inggris yaitu theology yang artinya discourse or reason concerning god (diskursus atau pemikiran tentang tuhan) dengan kata-kata ini Reese lebih jauh mengatakan, “teologi merupakan disiplin ilmu yang berbicara tentang kebenaran wahyu serta independensi filsafat dan ilmu pengetahuan. Gove mengatkan bahwa teologi merupakan penjelasan tentang keimanan, perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.
Sedangkan pengertian teologi islam secara terminologi terdapat berbagai perbedaan. Menurut abdurrazak, Teologi islam adalah ilmu yang membahas aspek ketuhanan dan segala sesuatu yang berkait dengan-NYA secara rasional. Muhammad Abduh :
     “ tauhid adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, tentang sifat yang wajib tetap pada-Nya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, sifat-sifat yang sma sekali wajib di lenyapkan dari pada-Nya; juga membahas tentang Rasul-rasul Allah, meyakinkan keyakinan mereka, meyakinkan apa yang ada pada diri mereka, apa yang boleh di hubungkan kepada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkanya kepada diri mereka”.

B.     Sejarah Teologi Islam
Setelah Rasulullah S.A.W wafat beliau tidak mengangkat seorag pengganti, tidak pula menentukan cara pemilihan penggantinya. Karenna itu antara sahbat Muhajirin dan Ansar terdapat perselisihan, masing-masing menghendaki supaya pengganti Rasul dari pihaknya. Ditengah kesibukan itu, Umar r.a membaiat Abubakr r.a menjadi khalifah d dan di ikuti oleh sahaba lainnya.
Sejak itu kaum muslimin terpcah-pecah menjadi beberapa partai yang merasa sebagai pihak yang benar dan hanya calon dari pada yang menduduki piimpinan negara. Ditambah lagi dengan peristiwa terbunuhnya Usma r.a dalam keadaan gelap.
Peristiwa itu sontak membuat anggapan yang berbeda. Terdapat pihak yang membenarkan pembunuhan itu, karena sahabat Ustman r.a kafir dan ada juga yang berpendapat bahwa yang membunuh itu kafir. Puncaknya saat terjadi perang Siffin. Dimana pihak sahabat Ali r.a dituntut oleh Mu’awiyah agar melakuakan arbritase. Akan tetapi dari hal itu bukan keputusan yang didapat. Akan tetapi menimbulkan golongan-golongan Jabariyah, Qadariyah, Mu’tazilah, dan As’ariyah.

C.     Sumber-Sumber Teologi Islam
Adapun sumber pembahasan yang digunakan untuk membangun Ilmu Teologi Islam menggunakan beberapa sumber, yaitu :
a.       Sumber yang ideal
Sumber ideal adalah Qur’an dan Hadits yang didalamnya dapat memuat data yang berkaitan dengan objek kajian dalam Ilmu Tauhid. Misalnya, telah dimaklumi dalam ajaran agama, bahwa semua amal sholeh yang dilakukan oleh ketulusan hanya akan diterima oleh Allah SWT apabila didasari dengan akidah islam yang benar. Karena penyimpangan dari akidah yang benar berarti penyimpangan dari keimanan yang murni dari Allah. Dan penyimpangan dari keimanan berarti kekufuran kepada Allah SWT. Sedangkan Allah tidak akan menerima amal baik yang dilakukan oleh orang kafir, berapapun banyaknya amal yang dia kerjakan. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:
   “Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lau dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya.” (QS. Al- Baqoroh : 217)
b.      Sumber Historik
Sumber historis adalah perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan objek kajian ilmu tauhid, baik yang terdapat dalam kalangan internal umat islam maupun pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga islam. Sebab, setelah Rosulullah saw wafat, islam menjadi tersebar, dan ini memungkinkan umat islam berkenalan dengan ajaran-ajaran, atau pemikiran-pemikiran dari luar islam, misalnya dari Persia dan Yunani.
Pemikiran yang berkembang dalam kalangan internal umat islam, antara lain:
1)     Pelaku dosa besar. Masalah yang muncul, apakah masih ddihukumi sebagai  mukmin atau tidak.
2)     Al-Quran wahyu Allah. Apakah ia makhluk atau bukan, atau dengan kata lain, apakah Al-Quran itu qadim atau hudus (baru).
3)     Melihat Tuhan Allah. Apakah itu di dunia atau di akhirat, atau di akhirat saja, dan apakah dengan mata kepala ataukah dengan hati saja.
4)     Sifat-sifat Tuhan. Apakah Tuhan memiliki sifat-sifat zati dan sifat af’al (menurut konsepsi al-sanusi,sifat-sifat ma’nawiyah), ataukah Dia tidak layak diberi sifat-sifat tersebut.
5)     Kepemimpinan setelah  Rasulullah wafat, apakah ia harus dipegang oleh suku Qurays saja , atau apakah nabi Muhammad saw meninggalkan wasiat bagi seseorang dari  ahlul bait untuk memimpin umatnya ataukah tidak atau bahwa pemimpin itu harus dipilih berdasar musyawaroh, atau menurut keputusan ahlul hall wal aqdi.
6)    Takwil terhadap ayat-ayat mutasyabihat.. Misalnya:
      Janganlah kamu sembah disamping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qashas : 88)
Pemikiran eksternal yang masuk kedalam rumah tangga Islam saat itu, dan melahirkan persoalan teologi yang berkenaan dengan perbuatan baik dan buruk. Apakah Tuhan Allah menciptakan baik dan yang terbaik saja (al-salah wa al aslah) untuk manusia? Atau, Tuhan wajib menciptakan yang baik dan yang terbaik saja bagi manusia sebab jika tidak demikian maka Dia tidak adil (dhalim), dan itu mustahil bagi-Nya. Pendapat diatas diteruskan dengan pendapatnya, bahwa Tuhan tidak menciptakan yang jahat. Jahat dan buruk, pada hakikatnya, ciptaan manusia sendiri dan dia harus bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya. Seperti, pemikiran dari Zoroaster dan filsafat Yunani. Ini yang pada saat itu nampaknya lebih domonan dibanding dari pemikiran-penikiran lainnya.

D.    Manfaat Teologi Islam
Teologi Islam merupakan salah satu dari tiga pondasi Islam dan pemahamanya harus ada dalam diri manusia yang beriman. Sedangkan iman itu di nyatakan  pertama nutqun bil lisan (menyatakan keislam secaralisan) harus berlandaskan ilmu yang kuat yang di antaranya adalah ilmu kalam ini. Kedua, a’malu bil arkan(melaksanakan keislaman secara fisik) dengan berlandaskan ilmu yang hak di antaranya ilmu fiqh. Ketiga tashdiqu bil qolbi (membenarkan islam dengan hatinya). Harus berpangkkal dengan ilmu batin yang benar dan yang membenarkan adalah ilmu tasawuf. Dari itu, mempelajari ilmu teologi sangat penting karena dapat memberikan landasan kuat bagi kebenaran keyakina atau keberagamaan seseorang. Dalam hal ini menjadi kekuatan keimanan seseorang muslim.



Aspek lain, ketuhanan merambah dan mengisi pada berbagai organisasi tertentu sehingga menyebabkan timbulnya konflik, dengan ilmu teologi ini mengkaji tentang kebenaran tentang ketuhanan sehingga konflik tersebut dapat di atasi, dan tidak mendiskriminasikan antara satu aliran dengan aliran yang lain. 

Makalah selengkapnya download disini

0 komentar:

Post a Comment

 
RA Blog © 2017